This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 21 Februari 2021

Metode Perancangan Keamanan Jaringan

 Metode Perancangan Keamanan Jaringan

Dalam merencanakan suatu keamanan jaringan, ada beberapa metode yang dapat ditetapkan, metode-metode tersebut adalah sebagai berikut :

a. Pembatasan akses pada suatu jaringan

1) Internal Password Authentication: Password local untuk login ke sistem harus merupakan password yang baik serta dijaga dengan baik.

2) Server Based password authentication: setiap service yang disediakan oleh server tertentu dibatasi dengan suatu daftar host dan user yang boleh dan tidak boleh menggunakan service tersebut

3) Server-based token authentication : penggunaan token / smart card, sehingga untuk akses tertentu hanya bisa dilakukan oleh login tertentu dengan menggunakan token khusus.

4) Firewall dan Routing Control : Firewall melindungi host-host pada sebuah network dari berbagai serangan.

 

b. Menggunakan Metode dan mekanisme tertentu

1) Enkripsi : Proses enkripsi meng-encode data dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh sistem yang mempunyai kunci untuk membaca data.

2) Terminologi Kriptografi : Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm), disebut cipher, merupakan persamaan matematik yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi.

3) Terminologi Enskripsi – Dekripsi : Proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (disebut ciphertext) adalah enkripsi (encryption). untuk mengubah ciphertext menjadi plaintext, disebut dekripsi (decryptionü

 

 

Digital Signature : digunakan untuk menyediakan authentication, perlindungan, integritas, dan non-repudiation

4) Algoritma Checksum/Hash : Digunakan untuk menyediakan perlindungan integritas, dan dapat menyediakan authentication. Satu atau lebih mekanisme dikombinasikan untuk menyediakan security service

 

c. Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan

 

Dengan adanya pemantauan yang teratur, maka penggunaan sistem oleh yang tidak berhak dapat dihindari/cepat diketahui.Untuk mendeteksi aktifitas yang tidak normal, maka perlu diketahui aktifitas yang normal. Proses apa saja yang berjalan pada saat aktifitas normal. Siapa saja yang biasanya login pada saat tersebut. Siapa saja yang biasanya login diluar jam kerja. Bila terjadi keganjilan, maka perlu segera diperiksa.Bila hal-hal yang mencurigakan terjadi, maka perlu dijaga kemungkinan adanya intruder.

Beberapa Langkah dalam perancangan Sistem dengan memperhatikan aspek Keamanan Jaringan :

1) Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.

2) Menentukan kebijakan atau policy .

3) Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.

4) Menentukan pengguna-pengguna mana saja yang akan dikenakan oleh satu atau lebih aturan firewall.

5) Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.

6) Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.

 

Metode Keamanan untuk system File pada wiindows nt

 Metode Keamanan untuk system File

A. NTFS :

• Cepat dalam operasi standar file (read – write – search)

• Terdapat system file recovery, access control dan permission.

• Memandang obyek sebagai kumpulan atribut, termasuk permission access.

 

B. Proteksi untuk integritas data

Transaction logging : merupakan system file yang dapat di‐recovery untuk dapat mencatat semua perubahan terakhir pada directory dan file secara otomatis.

Jika transaksi system berhasil NT akan melakukan pembaharuan pada file.

Jika transaksi gagal, NT akan melalui :

Tahap analisis : mengukur kerusakan dan menentukan lokasi cluster yang harus diperbarui per informasi dalam file log.

Tahap redo : melakukan semua tahapan transaksi yang dicatat pada titik periksa terakhir

Tahap undo : mengembalikan ke kondisi semula untuk semua transaksi yang belum selesai dikerjakan.

 

Sector sparing : Teknik dynamic data recovery yang hanya terdapat pada disk SCSI dengan cara memanfaatkan teknologi fault‐tolerant volume untuk membuat duplikat data dari sector yang mengalami error. Metodenya adalah dengan merekalkulasi dari stripe set with parity atau dengan membaca sector dari mirror drive dan menulis data tersebut ke sektor baru.

Cluster remapping : Jika ada kegagalan dalam transaksi I/O pada disk , secara otomatis akan mencari cluster baru yang tidak rusak, lalu menandai alamat cluster yang mengandung bad sector tersebut.

C. Fault tolerance : Kemampuan untuk menyediakan redudansi data secara realtime yang akan memberikan tindakan penyelamatan bila terjadi kegagalan perangkat keras, korupsi perangkat lunak dan kemungkinan masalah lainnya.

Teknologinya disebut RAID (Redudant Arrays of inexpensive Disk) : sebuah array disk dimana dalam sebuah media penyimpanan terdapat informasi redudan tentang data yang disimpan di sisa media tersebut.

Kelebihan RAID :

Meningkatkan kinerja I/O

meningkatkan reabilitas media penyimpanan

 

Ada 2 bentuk fault tolerance :

1. Disk mirroring (RAID 1) : meliputi penulisan data secara simultan kedua media penyimpanan yang secara fisik terpisah.

2. Disk stripping dengan Parity (RAID 5) : data ditulis dalam strip‐strip lewat satu array disk yang didalam strip‐strip tersebut terdapat informasi parity yang dapat digunakan untuk meregenerasi data apabila salah satu disk device dalam strip set mengalami kegagalan

 

Metode Keamanan Sumber daya lokal pada windows nt

 Metode Keamanan Sumber daya lokal

Obyek dalam NT [file, folder (directory), proses, thread, share dan device], masing‐masing akan dilengkapi dengan Obyek Security Descriptor yang terdiri dari :

• Security ID Owner : menunjukkan user/grup yang memiliki obyek tersebut, yang memiliki kekuasaan untuk mengubah akses permission terhadap obyek tersebut.

• Security ID group : digunakan oleh subsistem POSIX saja.

• Discretionary ACL (Access Control List) : identifikasi user dan grup yang diperbolehkan / ditolak dalam mengakses, dikendalikan oleh pemilik obyek.

• System ACL : mengendalikan pesan auditing yang dibangkitkan oleh system, dikendalikan oleh administrator keamanan jaringan.

 

Metode Keamanan Registry pada windows NT

 Metode Keamanan Registry

Tools yang disediakan dalam pengaksesan registry :

• System policy editor : mengontrol akses terhadap registry editor, memungkinkan administrator mengedit dan memodifikasi value tertentu dalam registry dengan berbasis grafis.

• Registry editor (regedit32.exe) : tools untuk melakukan edit dan modifikasi value dalam registry.

• Windows NT Diagnostics (winmsd.exe) : memungkinkan user melihat setting isi registry dan valuenya tanpa harus masuk ke registry editor sendiri.

 

Tools backup untuk registry yaitu :

• Regback.exe memanfaatkan command line / remote session untuk membackupr registry.

• ntbackup.exe : otomatisasi backup HANYA pada Tape drive, termasuk sebuah kopi dari file backup registry local.

• Emergency Repair Disk (rdisk.exe) : memback‐up hive system dan software dalam registry.

 

Metode Keamanan pada printer

 Metode Keamanan pada printer

Dilakukan dengan mensetting properties printer :

1. Menentukan permission : full control, Manage document, print

2. Biasanya susunan permission pada NT defaulut :

• Adminstrator – full control

                Owner – Manage document

Semua user – print

3. Mengontrol print job, terdiri dari :

Setting waktu cetak

Prioritas

Notifikasi (orang yang perlu diberi peringatan)

4. Set auditing information

 

Metode Keamanan Jaringan Windows NT

Metode Keamanan Jaringan Windows NT :

• Model keamanan user level : account user akan mendapatkan akses untuk pemakaian bersama dengan menciptakan share atas directory atau printer.

o Keunggulan : kemampuan untuk memberikan user tertentu akses ke sumberdaya yang di‐share dan menentukan jenis akses apa yang diberikan.

o Kelemahan : proses setup yang kompleks karena administrator harus memberitahu setiap user dan menjaga policy system keamanan tetap dapat dibawah kendalinya dengan baik.

• Model keamanan Share level : dikaitkan dengan jaringan peer to peer, dimana user manapun membagi sumber daya dan memutuskan apakaha diperlukan password untuk suatu akses tertentu.

o Keuntungan : kesederhanaannya yang membuat keamanan share‐level tidak membutuhkan account user untuk mendapatkan akses.

o Kelemahan : sekali izin akses / password diberikan, tidak ada kendali atas siap yang menakses sumber daya.

 

Cara NT menangani keamanan jaringan :

1. Memberikan permission :

• Permission NTFS local

• Permission shere

2. Keamanan RAS (Remote Access Server)

Melakukan remote access user menggunakan dial‐up :

• Otentikasi user name dan password yang valid dengan dial‐in permission.

• Callback security : pengecekan nomor telepon yang valid.

• Auditing : menggunakan auditing trails untuk melacak ke/dari siapa, kapan user memiliki akses ke server dan sumberdaya apa yang diakses.

3. Pengamanan Layanan internet :

• Firewall terbatas pada Internet Information server (IIS).

• Menginstal tambahan proxy seperti Microsoft Proxy server.

4. Share administrative :memungkin administrator mendapatkan akses ke server windows NT atau workstation melalui jaringan

 

Kriptografi dapat memenuhi kebutuhan umum suatu transaksi

 Kriptografi dapat memenuhi kebutuhan umum suatu transaksi:

1. Kerahasiaan (confidentiality) dijamin dengan melakukan enkripsi (penyandian).

2. Keutuhan (integrity) atas data‐data pembayaran dilakukan dengan fungsi hash satu arah.

3. Jaminan atas identitas dan keabsahan (authenticity) pihak‐pihak yang melakukan transaksi dilakukan dengan menggunakan password atau sertifikat digital. Sedangkan keotentikan data transaksi dapat dilakukan dengan tanda tangan digital.

4. Transaksi dapat dijadikan barang bukti yang tidak bisa disangkal (non‐repudiation) dengan memanfaatkan tanda tangan digital dan sertifikat digital.